Sekjen PA 212 Ditetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng

Gambar
BeritaHarianCampuran - Sekjen PA 212 Ditetapkan Sebagai Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng.  Penyidik Polda Metro Jaya akhirnya sudah menetapkan Bernadus Doni alias Bernard Abdul Jabbar sebagai tersangka dalam kasus penculikan disertai penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah penyidik memeriksa Bernard hingga 12 jam lebih. "Nama sesuai KTP Bernadus Doni sudah ditetapkan tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada detikcom, Selasa (8/10/2019). Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Argo belum mengetahui apakah Bernard ditahan atau tidak. Sebab, surat penahanan disebutnya berada di tangan penyidik. "Saya cek dulu surat (penahananya) sudah ada atau belum," ungkap Argo. Diketahui, Bernard, yang juga Sekjen PA 212 , sudah diperiksa sejak Senin (7/10) siang. Statusnya kini berubah menjadi tersangka. Bernard diketahui memiliki peran mengintimidasi Ninoy Karundeng. P...

Hujan Buatan Untuk Karthula Terhambat Karena Tidak Ada Awan

BeritaHarianCampuran - Hujan Buatan Untuk Karthula Terhambat Karena Tidak Ada Awan. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut proses modifikasi cuaca dengan hujan buatan terkendala dengan ketiadaan awan.

Hal ini dikatakan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dwikorita Karnawati, Yamg saat ini menjabat sebagai kepala BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika).

Dwikorita menuturkan BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah siaga dalam persoalan karhutla sejak enam bulan lalu.


"Persoalannya saat ini untuk membuat hujan buatan itu memerlukan bibit awan," ujar Dwikorita di Kantornya, Kemayoran, Jum'at (16/08/2019).

"Tadi kalau kita lihat dari citra satelit Himawari [-8 Rainfall Potential] saat ini di atas Kepulauan Indonesia itu bersih, tidak terlihat awan," sambungnya.

Dwikorita menjelaskan saat ini sudah dibangun dua posko di Halim dan Kupang sebagai markas koordinasi operasi. Dalam hal ini, kata dia, BMKG berperan untuk menganalisa dan memprediksi kemungkinan penyemaian awan.

"Sehingga, kami [BMKG] masih berharap untuk kondisi yang mikro ini kalau ada sedikit awan yang bisa dijadikan hujan disemprot, disemai, dijadikan hujan buatan. Kami koordinasikan dengan BPPT, BNPB, dan bersama dengan TNI," terang dia.

Dwikorita menambahkan modifikasi cuaca dengan hujan buatan sedianya diprioritaskan untuk sentra pangan pertanian. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi gagal panen.

"Justru hujan buatan itu prioritasnya untuk lumbung pangan; sentra pangan. Sehingga, kalau hujan tidak turun di sana, panen bisa terganggu. Jadi, prioritasnya lebih untuk daerah sentra pangan," tuturnya.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Oktober, dengan puncak di awal 2020.

Karhutla, dan sejumlah titik panas, sendiri masih menyala di beberapa wilayah, seperti Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapolsek Jabar Kirimkan Miras Kepada Mahasiswa Papua Di Kota Bandung

Sudah Diawasi Dari Tahun 2018, Ini Jejak Digital Veronica Koman

Gerindra dan PKS Memberi Pembelaan Untuk FPI